Tampilkan postingan dengan label Download. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Download. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2014

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
يَهِلُّ أَهْلُ الْمَدِيْنَةِ مِنْ ذِيْ الْحُلَيْفَةِ وَأَهْلُ الشّامِ مِنَ الْجُحْفَةِ وَأَهْلُ نَجْدٍ مِنَ الْقَرْنِ. قالَ عَبْدُ اللهِ: وَبَلَغَنِي أَنَّ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قالَ: وَيَهِلُّ أَهْلُ الْيَمَنِ مِنْ يَلَمْلَمْ
“Penduduk Madinah melakukan ihram mulai dari Dzu Al-Hulaidah, penduduk Syam mulai dari Juhfah, penduduk Najed mulai dari Qarn.” Abdullah berkata, “Dan telah sampai kabar kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dan penduduk Yaman melakukan ihram mulai dari Yalamlam.” (HR. Al-Bukhari no. 1525 dan Muslim no. 1182)
Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma berkata:
وَقَّتَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم لأهل المدينة ذا الحليفة، ولأهل الشام الجحفة ولأهل نجد قرنَ الْمَنازِلِ، ولأهل اليمن يلملم. فَهُنَّ لَهُنَّ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِ أَهْلِهِنَّ لِمَنْ كانَ يُرِيْدُ الْحَجَّ أَوِ الْعُمْرَةَ. فَمَنْ كانَ دُوْنَهُنَّ فَمَهَلُّهُ مِنْ أَهْلِهِ، وَكَذَلِكَ أَهْلُ مَكَّةَ يَهِلُّوْنَ مِنْهَا
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menentukan miqat bagi penduduk Madinah adalah Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam adalah Juhfah, bagi penduduk Najed adalah Qarn Al-Manazil, dan bagi penduduk Yaman adalah Yalamlam. Miqat-miqat ini bagi penduduk negeri-negeri tadi dan juga bagi penduduk negeri lain yang datangnya dari jalur negeri mereka, bagi yang ingin berhaji atau umrah. Siapa yang tinggalnya setelah miqat-miqat ini maka ihramnya dia mulai dari rumahnya, demikian pula penduduk Makkah mereka melakukan ihram dari rumah mereka masing-masing.” (HR. Al-Bukhari no. 1526 dan Muslim no. 1181)
Penjelasan ringkas:
Makkah adalah negeri yang Allah muliakan, dan di antara bentuk pemuliaan terhadapnya adalah siapa saja yang mau memasukinya untuk tujuan haji atau umrah, maka mereka tidak boleh memasukinya kecuali dalam keadaan berihram. Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam telah menyebutkan secara detail miqat (tempat mulai ihram) bagi seluruh daerah di dunia ini, karenanya tidak boleh orang yang ingin haji atau umrah melewati miqat ini kecuali dalam keadaan berihram. Barangsiapa yang ihramnya dimulai setelah dia melewati miqat-miqat ini maka dia telah berbuat dosa walaupun hajinya dihukumi syah.
Kecuali bagi mereka yang tinggalnya setelah miqat-miqat ini, dimana mereka jika mereka ingin haji tidak melewati miqat-miqat ini, maka miqat mereka adalah rumah-rumah mereka sendiri. Sebagaimana penduduk Makkah ketika mereka ingin ihram, mereka tidak perlu keluar ke miqat-miqat tadi, akan tetapi mereka cukup ihram dari rumah-rumah mereka.
Untuk gambar letak-letak miqat di peta, silakan download di sini: http://www.ziddu.com/download/14488257/miqat.JPG.html

Sumber artikel :  al-atsariyyah.com

Jumat, 12 Juli 2013

Rekaman audio tabligh akbar dengan tema Cinta Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersama Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr di Masjid Istiqlal Jakarta pada Ahad, 10 Jumadits Tsaniyah 1434 H /21 April 2013. Penerjemah kajian ini adalah Ustadz Badrusalam, dengan muqaddimah kajian bersama ustadz Hamzah Abbas.
Silakan download pada link berikut:
DOWNLOAD CINTA RASULULLAH – SYAIKH ABDURRAZZAQ
Sumber: RadioRodja.com
Diupload ulang oleh Tim Kajian.Net

Sumber: salafiyunpad.wordpress.com

Kamis, 11 Juli 2013

541373_580568965300121_187640877_nBerikut kami hadirkan rekaman Muhadhoroh Syaikh Prof. DR. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr yang diselenggarakan di Masjid Sulaiman Al Fauzan Lombok Timur NTB, pada hari Selasa 23 April 2013 ba’da shalat maghrib.
Pada kesempatan ini beliau menyampaikan tema ” Islam Agama Akhlaq “. Diterjemahkan oleh, Ustadz Mukti Ali Lc .
Silahkan download kajiannya pada link berikut:

Atau download dalam format mp3.zip Disini
© Radio Suara Qur’an 94,4 FM

Sumber: moslemsunnah.wordpress.com

Rabu, 10 Juli 2013

Tabligh Akbar Ulama Madinah: Jangan Memakan Harta Haram – Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq Al-Badr

Penerjemah: Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.
Lokasi: Masjid Islamic Centre Bin Baz, Piyungan, Bantul, Yogyakarta, Indonesia – 22 April 2013



http://yufid.tv – http://youtube.com/moslemchannel

Sumber: salafiyunpad.wordpress.com


Minggu, 07 Juli 2013

Jadilah Penebar Kebaikan

Video ceramah singkat agama Islam bersama Ustadz Abdullah Taslim, M.A.

Semoga video ceramah singkat yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim tentang menjadi penebar kebaikan bermanfaat bagi kaum muslimin.


Sumber: salafiyunpad.wordpress.com

http://salafiyunpad.wordpress.com

Minggu, 09 Desember 2012



Alhamdulillah, kini website Muslim.Or.Id dapat kita buka secara offline -tanpa harus tersambung dengan internet- dalam format CHM. Semoga dengan adanya ebook ini dapat membantu serta memudahkan untuk membaca isi dari website tersebut. Semoga bermanfaat bagi Kaum Muslimin.

Silahkan download ebooknya, klik pada salah satu link dibawah ini (ukuran 14.3 Mb) :



    Link Download Satu
    Link Kedua
    Link Ketiga

—

Penyusun: Faisal Choir

Sumber: muslim.or.id

Alhamdulillah, kini website Muslim.Or.Id dapat kita buka secara offline -tanpa harus tersambung dengan internet- dalam format CHM. Semoga dengan adanya ebook ini dapat membantu serta memudahkan untuk membaca isi dari website tersebut. Semoga bermanfaat bagi Kaum Muslimin.

Silahkan download ebooknya, klik pada salah satu link dibawah ini (ukuran 14.3 Mb) :
  1. Link Download Satu
  2. Link Kedua
  3. Link Ketiga
—
Penyusun: Faisal Choir

Dari artikel bid'ah by null

Minggu, 04 November 2012

Alhamdulillah berikut kami hadirkan rekaman kajian umum bersama Ustadz Abu Zubair al-Hawaary, Lc yang diselenggarakan di Masjid Kampus UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta pada hari Ahad, 14 Oktober 2012 kemarin.
Tema yang disampaikan ” Mengenal Syi’ah “.
Silahkan download rekaman kajiannya pada link berikut:

Atau download dalam format mp3.zip Disini
© Kajian.net
Artikel Lainnya:
~ Fakta dan Data Syi’ah di Indonesia (Lengkap!!!)
~ 10 Tips & Trik Jitu Berdialog Dengan SYI’AH!
~ Bau Busuk Syiah Akhirnya Tercium Juga
~ Doa Khas Syi’ah di Bus PRIMAJASA!
~ Bahaya Syiah Sebuah Realita
~ Ketika Tokoh Syi’ah Mengungkapkan Rahasianya
~ Syiah Mencela Shahabat Nabi
~ Fatwa MUI Palsu Yang Menyatakan Syiah Tidak Sesat
~ Surat Edaran DEPAG: Syiah Imamiyyah Bertentangan Dengan Ajaran Islam
~ Innalillahi Tokoh Syiah: Ahmadinejad Menghina Dua Shahabat Rasul
~ Peristiwa Karbala Dalam Pandangan Ahlussunnah wal Jama’ah
~ Perkataan Imam dari Zaman ke Zaman Tentang Rafidhah (Syi’ah)
~ Said Aqil Siradj Menjilat Ludah Sendiri | Dulu Penelitii Sunnah, Kini Pejuang Syi’ah
~ Inilah Fatwa MUI Palsu Yang Menyatakan Syiah Tidak Sesat
~ Pembantaian Sy’iah di Suriah
~ Download Audio: Kondisi Terkini Kaum Muslimin Ahlussunnah di Suriah (Ustadz Firanda Andirja, MA) (Maret 2012)
~ Download Audio: Membongkar Aqidah Syiah (Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat)
~ Download Tabligh Akbar: Biarkan Ulama Syiah Berbicara Tentang Agama Mereka
~ Download Audio: Mengenal Agama Syi’ah (Ustadz Abdurrahman Ayyub)
~ Download Audio: Pandangan Sunni dan Syiah Terhadap Para Sahabat Nabi (Ustadz Ali Nur dan Ustadz Abu Aliyah) (Medan, 17 Mei 2012)
~ Download Audio: Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram (Ustadz Firanda Andirja, MA) (Masjid ASTRA, 15 Juli 2012)
~ Download Audio: Latar Belakang Terjadinya Bentrok Antara “Sunni vs Syiah” Di Sampang Madura (Ustadz Farid Achmad Okbah, MA) (Penting!!!)
~ Download Audio: #IndonesiaDamaiTanpaSyiah – Mengokohkan Ahlus Sunnah wal Jamaah di Indonesia ( Jakarta, 16 September 2012) 

Sumber:  moslemsunnah.wordpress.com

Minggu, 28 Oktober 2012


cara shalat Istisqa

Saat ini, negeri kita tengah mengalami kemarau panjang, banyak daerah yang kekeringan bahkan terjadi kebakaran hutan. Sering kita lihat, banyak daerah mengadakan shalat meminta hujan atau shalat istisqa. Hal ini sangat kita syukuri karena masyarakat kita menempuh cara yang dicontohkan bahkan lebih menggembirakan lagi, shalat tersebut langsung dipimpin kepala daerah.
Namun bisa jadi ada sebagian masyarakat yang masih bingung mengenai tata cara shalat istisqa atau masih terasa asing dengan sunah ini, mudah-mudahan pembahasan berikut dapat mendekatkan kembali sunah yang asing ini di tengah masyarakat kita.

Pengertian Istisqa

Istisqa secara bahasa artinya meminta air minum dari orang lain untuk diri sendiri  atau untuk orang lain.
Secara syariat, ulama mendefinisikan:
طلبه من الله عند حضور الجدب على وجهٍ مخصوص
“Meminta hujan kepada Allah, ketika terjadi kekeringan, dengan aturan dan tata cara tertentu.” (Fathul Bari, 2:492)

Waktu Pelaksanaan Shalat Istisqa

Dalam al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Muyasarah dinyatakan:
وتُصلّى في أي وقت خلا وقت الكراهة
“Shalat istisqa dilakukan di waktu kapanpun, selain waktu terlarang (untuk shalat).” (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Muyasarah, 2:177)

Tempat Pelaksanaan Shalat Istisqa

Shalat istisqa dilakukan di tanah lapang, sebagaimana shalat id, kecuali di Mekah, dilakukan di masjidil haram.
Abdullah bin Zaid radhiallahu ‘anhu mengatakan:
أنَّ النّبيّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – خرج إِلى المصلّى فاستسقى، فاستقبل القبلة وقلب رداءه
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju tanah lapang kemudian shalat istisqa, beliau menghadap kiblat dan membalik kain pakaian atasan beliau. (HR. Bukhari 1012 dan Muslim 894).

Menuju Lapangan dengan Penuh Khusyu dan Ketundukan

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu mengatakan:
خرج رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – للاستسقاء متذلّلاً متواضعاً متخشعاً متضرّعاً
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju shalat istisqa dengan tunduk, tawadhu, khusyu, dan penuh perendahan diri (kepada Allah ed.).” (HR. Abu Daud 1032, Turmudzi 459, Nasai 1416, dan dishahikan al-Albani).

Tanpa Adzan dan Tanpa Iqamah

Dari Abu Ishaq, beliau menceritakan:
خرج عبد الله بن زيد الأنصاري وخرج معه البراء بن عازب وزيد بن أرقم -رضي الله عنهم- فاستسقى، فقام بهم على رجليه على غير منبر، فاستغفر ثمَّ صلّى ركعتين يجهر بالقراءة، ولم يؤذّن ولم يُقم،
Abdullah bin Zaid al-Anshari, bersama al-Barra bin Azib, dan Zaid bin Arqam radhiallahu ‘anhum berangkat untuk melaksanakan istisqa. Abdullah bin Zaid berdiri di depan makmum tanpa mimbar. Beliau memohon ampun, kemudian shalat 2 rakaat, dan mengeraskan bacannnya. Tidak ada adzan dan iqamah.” (Bukhari 1022).

Kapan Pelaksanaan Khutbah?

Khutbah bisa dilakukan sebelum shalat atau sesudah shalat, memperhatikan keseriusan dan kondisi makmum.
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau menceritakan:
Para sahabat mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena kekeringan. Beliau meminta agar mimbar diletakkan di tanah lapang. Beliau menjanjikan para sahabat agar keluar menuju tanah lapang pada hari tertentu. kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berangkat menuju lapangan ketika matahari sudah terbit agak tinggi. Beliau duduk di atas mimbar, mengagungkan Allah dan memuji Allah Ta’ala. kemudian beliau berkhutbah:
إِنّكم شكوتم جدْب دياركم واستئخار المطر عن إِبّان زمانه عنكم، وقد أمَركم الله عزّ وجلَّ أن تدْعوه، ووعدَكم أن يستجيب لكم
“Sesunggunnya kalian mengaduhkan kekeringan di tempat kalian dan hujan yang telat turun dari biasanya. Allah telah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada-Nya dan menjanjikan untuk mengabulkan doa kalian.”
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai doanya:
الحمد لله ربّ العالمين الرحمن الرحيم. مالك يوم الدين. لا إله إلاَّ الله يفعل ما يريد، اللهمّ أنت الله لا إِله إلاَّ أنت الغني ونحن الفقراء، أنزِل علينا الغيث، واجعل ما أنزلتَ لنا قوّة وبلاغاً  إِلى حين
“Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih Penyayang, Raja di hari pembalasan. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa yang Dia kehendaki. Ya Allah, Engkau adalah Allah yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Kaya, dan kami makhluk miskin. Turunkanlah hujan kepada kami, jadikan hujan yang Engkau turunkan sebagai kekuatan dan bekal yang bisa mengantarkan kami sampai waktu tertentu.”
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tanganya, beliau terus mengkat tangannya (agak tinggi) sampai kelihatan putihnya ketiak beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau membelakangi makmum dan beliau membalik kain atasan beliau, sementara beliau masih mengangkat tangan. Lalu beliau menghadap ke makmum dan turun dari mimbar, kemudian shalat dua rakaat.
Tiba-tiba Allah mengirim awan-Nya, dipunuhi dengan guntur dan kilat, kemudian turun hujan dengan izin Allah. Ketika pulang, sebelum beliau sampai di Masjid Nabawi, air hujan telah mengalir deras. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat para sahabat berlarian menuju rumah mereka, beliau tertawa sampai terlihat gigi geraham beliau. Kemudian beliau bersabda:
أشهد أن الله على كل شيء قدير، وأنّي عبد الله ورسوله
“Saya bersaksi bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan bahwa saya adalah hamba dan utusan-Nya.” (HR. Abu Daud, at-Thahawi, al-Baihaqi dan dihasankan al-Albani dalam al-Irwa, 668).
Dari Abbad bin Tamim bahwa pamannya, Abdullah bin Zaid mengatakan:
أَنَ النَّبِيُّ (صلى الله عليه وسلم) ، خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى يَسْتَسْقِي، وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، وَقَلَبَ رِدَاءَهُ، وَجَعَلَ الْيَمِينَ عَلَى الشِّمَالِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju lapangan untuk shalat istisqa, beliau mennghadap kiblat, shalat dua rakaat, dan membalik kain atasan pakaian beliau, dibalik bagian kanan diletakkan di sebelah kiri. (HR. Bukhari).
Ibnu Batthal mengatakan
وقلب الرداء بعد الصلاة فهو الذى ذهب إليه مالك أن الصلاة قبل الخطبة، وهو نص هذا الحديث
Membalik selendang setelah shalat sesuai pendapat Imam Malik, bahwa shalat dilakukan sebelum khutbah. Ini merupakan teks tegas dari hadis. (Syarh Shahih Bukhari Ibn Bathal, 3:19).
Catatan:
Yang dianjurkan mengangkat tangan tinggi-tinggi waktu berdoa adalah imam dan bukan makmum. Dalam Tamamul Minnah dinyatakan:
… فأرى مشروعية المبالغة في الرفع للإِمام دون المؤتمّين
“Menurut saya, anjuran mengangkat tangan tinggi-tinggi hanya untuk imam dan bukan makmum.” (Tamamul Minnah, 265).

Tata Cara Shalat Istisqa

Tata cara shalat istisqa sama persis dengan shalat Id. Dilaksanakan dua rakaat. Pada rakaat pertama bertakbir 7 kali dan rakaat kedua bertakbir 5 kali. Takbiratul ihram kemudian diikuti takbir tambahan 7 kali. kemudian membaca doa iftitah, al-fatihah, dan surat. Tidak ada surat tertentu yang dianjurkan untuk dibaca, sehingga bisa membaca surat apapun. Rukuk, i’tidal, sujud, dst sampai berdiri di rakaat kedua. Diikuti dengan takbir tambahan 5 kali. membaca al-fatihah, surat, kemduian dilanjutkan sampai salam. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 3:312)
Anda juga bisa menyimak rekaman video shalat dan khutbah istisqa di masjidil haram berikut:
Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits

Sumber: abuabdurrohmanmanado.wordpress.com


Download Buku Gratis: Petunjuk Bagi Jamaah Haji dan Umrah (Panduan Ibadah Haji dan Umroh Sesuai Sunnah Nabi)

Berikut ini kami hadirkan ebook gratis dengan judul Petunjuk  Bagi Jamaah Haji dan Umrahyang ditulis oleh Syaikh Thalal bin AHmad Al-Aqil. Buku ini menjelaskan tentang tuntunan haji dan umrah sesuai al-Quran dan as-Sunnah, mulai dari tempat-tempat untuk berihram,sifat haji dan umrah, hari tarwiyah, hari arafah, penjelasan tentang muzdalifah, hari berkurban, hari tasyrik, hukum-hukum seputar mukminat yang berhaji atau umrah, serta berbagai fatwa ulama seputar maslah haji dan umrah. Semoga bermanfaat dan silakan download pada link berikut:

Download Buku Petunjuk  Bagi Jamaah Haji dan Umrah

Kunjungi website Perpustakaan Islam Digital di http://mufiidah.net danhttp://mufiidah.com

Sumber: abuabdurrohmanmanado.wordpress.com

Sabtu, 13 Oktober 2012



Bulan Dzulhijjah dan ‘Idul Adha sebentar lagi tiba, mari kita persiapkan diri dengan ilmu yang benar. Berikut ini kami hadirkan artikel dan audio yang berkaitan dengan bulan Dzulhijjah dan berbagai amalan yang disyariatkan di bulan tersebut. Semoga bermanfaat bagi seluruh kaum Muslimin.
Keutamaan Amal Shaleh Pada Sepuluh Hari di Awal Bulan Dzulhijjah
Hukum Seputar Penyembelihan Qurban
Petunjuk Rasulullah dalam Berqurban
Khutbah ‘Idul Adha 1430 H: “TATKALA MAUT MENJEMPUT”
Panduan Shalat Idul Fithri dan Idul Adha
FATWA-FATWA SEPUTAR BERHARI RAYA DENGAN PEMERINTAH
MENYATUKAN HARI RAYA
Bimbingan Ringkas untuk Para Jama’ah Haji dan Umrah
Download Audio: Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah & Hukum Seputar Qurban (Syaikh Abdurrazzaq al Badr)
Download Audio: Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah dan Hukum Qurban (Ust. Aris Sugiyantoro Abu Sulaiman)
Download Audio: Khutbah Idul Adha 1430 H bersama Ustadz Abu Zubair Al Hawaariy, Lc.
Download Audio: MARI BERHARI RAYA SESUAI SUNNAH (Ust. Mahful, Lc.)
Bekal Seorang Muslim dalam Melaksanakan Manasik Haji:
Download Audio: Bekal Ilmu Menggapai Haji Mabrur [Ust. Yazid Jawas, Ust. Badrusalam, Ust. Arman Amri & Ust. Ali Musri) [BAGUS]
>>KLIK DI SINI UNTUK DOWNLOAD BERBAGAI REKAMAN KAJIAN TERBARU<<

Sumber : salafiyunpad.wordpress.com

Sabtu, 28 Juli 2012


Ramadan Time – Aplikasi Ramadhan Untuk iPod Touch, iPhone, dan Ipad
Alhamdulillah, kita akhirnya bisa bertemu dengan bulan suci ramadhan 1432 H, bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Semoga seluruh ibadah kita di bulan suci ini diterima dan diberi balasan yang berlipat ganda oleh Allah ‘Azza wa Jalla.
Setelah sebelumnya saya mereview MuslimPro yaitu Aplikasi iOS tuk pengingat sholat, maka satu lagi aplikasi iPhone dan iPod Touch Islami yang bisa menemani kita di bulan suci ini. Aplikasi ini bernama “Ramadan Time”. Aplikasi ini dibuat oleh Pakistan Data Management Services atau disingkatPakData.
Aplikasi ini berfungsi sebagai alarm sahur dan berbuka dalam hari-hari di bulan Ramadhan.
Adapun fitur-fiturnya adalah sebagai berikut:
  1. Antarmuka (tampilan) penunjuk waktu sahur dan berbuka yang inovatif.
  2. Jadwal bulanan untuk waktu-waktu di bulan Ramadhan.
  3. Kalender Hijriyyah
  4. Pilihan alarm dapat diset sesuka kita berapa menit sebelum sahur dan berbuka di mulai.
  5. Retina Display
  6. Mendukung beberapa metode penghitungan waktu fajar dan maghrib.
  7. Alarm adzan yang lengkap yang dapat didengarkan ketika aplikasi ini sedang berjalan (foreground)  (iOS 3+)
  8. Sedangkan untuk background alarm dapat didengarkan pada versi iOS 4+
Screenshot:

Dari saya: nice application. Gratis, tapi fungsinya ciamik, ringan, pokoknya recommended dah…
Dapatkan secara gratis di Appstore:

Minggu, 22 Juli 2012




Sejarah Berdarah Sekte Syi'ah
Pernahkah antum mengetahui Buku-buku yang menfitnah Dakwah Salafiyah yg disusun oleh seseorang yang menamai dirinya sebagai Syaikh Idahram?? Buku yang penuh berisi kebohongan dan kedustaan.
Idahram adalah sosok misterius yang tidak berani menampakkan batang hidungnya. Kemungkinan hal ini dikarenakan ketakutannya jika ketahuan dustanya yang sungguh sangat memalukan. Apakah ia adalah Abu Salafy yang telah saya bantah dalam buku saya ” Ketinggian Allah diatas MakhlukNya “. Ataukah ia adalah seseorang yang bernama Marhadi yang jelas siapapun dia, sosok Idahram adalah seorang pendongeng dan penipu ulung yang telah berdusta dengan memalsukan buku-buku ulama dan berdusta atas nama mereka.
Dalam penamaannya saja ia telah melakukan tipu muslihat dengan menyandangkan kata “Syaikh” pada namanya, yang mengesankan ia adalah seorang berilmu atau seorang yang berasal dari luar negeri, mengingat istilah syaikh biasanya ditempelkan kepada seorang dari negeri Arab yang memiliki ilmu, namun kenyataannya Idahram hanyalah seorang pendongeng.
Akhirnya, saya hanya bisa mengucapkan Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji’uuun… Sungguh musibah yang menimpa umat Islam Indonesia dengan hadirnya buku “Sejarah Berdarah Sekte Wahhabi” karya Idahram, yang ternyata adalah seorang “Syaikh Pendongeng”. (Sejarah Berdarah Sekte Syi’ah hal.337)
Untuk antum yg ingin mengetahui kebohongan-kebohongan dari bukunya serta bantahan dari tuduhan-tuduhan yang dia sebarkan…, silahkan download kajiannya pada link berikut:
Download Via Archive.Org Atau Dalam format mp3.zip Disini
Semoga bermanfaat!


Oleh : Syaikh Mamduh Farhan al Buhairi
Termasuk syubhat yang sering diulang-ulang oleh orang Nasrani dan telah menjerumuskan banyak orang bodoh adalah ucapan bahwa al Qur’an telah memberikan kesaksian akan kebenaran Injil. Bahwa Injil adalah sebuah kitab yang diturunkan dari sisi Allah. Mereka mendasarkan ucapan-ucapan tersebut pada beberapa ayat dari al Qur’an, diantaranya adalah Allah memerintahkan untuk berhukum kepadanya sebagaimana dalam firman-Nya:
ayat116.jpg
“Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya.” (QS. al Maidah:47)
Juga pensifatan al-Qur’an akan Injil bahwa Injil adalah sebuah kitab petunjuk, cahaya, dan penjelas bagi orang-orang mukmin. Sebagaimana firman Allah :
ayat214.jpg
“Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cayaha (yang menerangi), dan membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. al Maidah:46)
Diantaranya juga, penjelasan al-Qur’an bahwa mengamalkan Injil adalah sebab kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allah :
ayat312.jpg
“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (al Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapatkan makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.” (QS. al Maidah:66)
Tidak cukup demikian, bahkan Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam untuk menjadikan Injil sebagai sunber rujukan. Sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Kitab sebelum kamu.” (QS. Yunus:94)
Dan ayat-ayat lain yang membenarkan Injil
Jawaban Atas Syubhat :
Sebelum kita memulai menjawab, kita berhak mengajukan dua pertanyaan penting;
Pertanyaan pertama: Apakah orang-orang Nasrani mengimani al Qur’an sehingga boleh bagi mereka untuk berhujjah dengannya? Jika jawabannya tidak, maka bagaimana mereka akan berhujjah dengan al Qur’an sementara mereka tidak meyakini kebenarannya? Bukankah hujjah seseorang dengan sesuatu yang dia yakini kebatilannya berarti telah mengakui dan membenarkan kebatilannya. Tidak bisa dikatakan: Sesungguhnya hujjah mereka dengan al Qur’an serupa dengan berhujjahnya kaum muslimin dengan Injil dalam membatilkan keyakinan Nasrani. Karena terdapat perbedaan antara pandangan kaum muslimin terhadap Injil dengan pandangan kaum Nasrani terhadap al Qur’an. Pandangan orang Nasrani terhadap al Qur’an di bangun di atas pandangan bahwa al Qur’an adalah sebuah kebatilan yang didustakan atas nama Allah Ta’ala. Pada saat yang sama kaum muslimin beranggapan bahwa Injil yang ada di tangan orang Nasrani telah mencakup riwayat-riwayat tentang al Masih, di dalamnya terdapat kebenaran dan kebatilan, maka seorang muslim berhujjah dengan kebenaran yang ada di dalamnya serta meninggalkan kebatilannya.
Pertanyaan kedua: Apakah kaum Nasrani berkeyakinan bahwa sifat-sifat Injil yang ada dalam al Qur’an berbicara tentang Injil-Injil yang sekarang ada di tangan mereka? Jika jawabannya tidak, maka tidak boleh bagi mereka untuk berhujjah dengan al Qur’an atas kebenaran Injil tersebut. Karena Injil-Injil tersebut berbeda dengan apa yang disucikan dan disaksian al Qur’an.
Jika jawabannya Ya, maka dikatakan, sesungguhnya yang demikian itu bertentangan dengan kenyataan, karena sesungguhnya al Qur’an menyebutkan sifat-sifat Injil yang tidak serupa dengan sifat-sifat Injil yang berada di tangan orang Nasrani. Hal ini bisa menjadi jelas dengan beberapa sisi:
Sisi pertama: Bahwasanya Allah Ta’ala telah mensifati Injil di dalam al Qur’an sebagai kitab yang diturunkan dari sisi-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Dan (Dia) menurunkan Taurat dan Injil.” (QS. Ali Imran:3)
Sementara orang-orang Nasrani tidak meyakini demikian, bahkan mereka berkeyakinan bahwa Injil ditulis oleh laki-laki pilihan Allah dengan ilham Roh Kudus.
Sisi kedua: bahwa al Qur’an telah terang-terangan menyebutkan kabar gembira akan datangnya Nabi umat Islam tertulis di dalam Injil. Sebagaimana firman Allah :
ayat410.jpg
“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka.” (QS. al A’raaf:157)
Sementara orang-orang Nasrani tidak meyakini adanya kabar gembira apapun tentang kedatangan Nabi umat Islam di dalam Injil.
Sisi ketiga: bahwasanya al Qur’an telah menyebutkan di dalam Injil terdapat penyebutan sifat-sifat bagi sahabat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wassalam sebagaimana firman Allah:
ayat59.jpg
“Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin).”(QS. al Fath:29).
Sementara orang-orang Nasrani tidak mengakui adanya sifat tersebut di dalam Injil. Semua itu menjadikan kita semakin mantap bahwa Injil yang disebutkan al Qur’an, yang disanjungnya, dan memerintahkan untuk berhukum dengannya berbeda sama sekali dengan apa yang sekarang ada di tangan orang-orang Nasrani. Karena tidak masuk akal jika al Qur’an menyanjung Injil yang menentangnya dalam aqidah pokok dan menisbatkan kepadanya beberapa perkara yang tidak ada di dalamnya.!
Di sini ada sebuah pertanyaan penting; Injil apakah yang sedang dibicarakan oleh al Qur’an, dan dimanakah dia? Maka jawabannya: Injil tersebut adalah Injil Nabi Isa ‘Alaihis Salam yang diturunkan oleh Allah kepada beliau yang didalamnya terdapat firman dan pelajaran-Nya. Adapun dimanakah dia, dan dimana tempatnya? Maka ini adalah sebuah perkara yang tidak kita ketahui. Orang-orang Nasrani telah teledor terhadap penjagaan kitab mereka. Mereka menyia-nyiakan dan menggantinya. Para ahli sejarah telah mencatat bahwa para pendeta dan Paus telah memilih empat macam Injil, yakni Mathius, Markus, Lukas dan Yohana dari puluhan Injil yang pemiliknya telah diputuskan kafir, yang berhak untuk dibunuh dan di siksa.
Jika mereka berkata: Sesungguhnya Injil-Injil yang sekarang ada di tangan kami adalah Injil yang sama, yang ada di zaman turunnya al Qur’an, dan Nasrani tidak tahu yang lainnya. Maka jawabannya adalah keberadaan Injil-Injil tersebut di zaman turunnya al Qur’an tidak mengharuskan bahwa Injil yang lain tidak ada. Di dalam Injil Barnabas terdapat saksi terbesar tentang hal ini. Di dalamnya terdapat hal-hal yang sesuai dengan apa yang dibawa oleh al Qur’an (tidak terkecuali dalam masalah aqidah).Di dalamnya terdapat kabar gembira akan datangnya seorang Nabi Islam yang menafikan ketuhanan al Masih ‘Alaihis Salam.
Jika mereka membantah bahwa Injil tersebut tidak benar secara sejarah, maka jawabannya adalah bahwa segala sesuatu yang disebutkan di dalam Injil Barnabas kemungkinan juga dikatakan pada Injil-Injil lain; Matius, Markus, Lukas dan Yohana. Ucapan bahwa Injil Barnabas ditemukan baru-baru ini adalah ucapan yang tertolak. Telah disebutkan dalam maklumat yang diterbitkan oleh Paus Glasius tentang penjelasan kitab-kitab yang diharamkan dibaca.Termasuk didalamnya adalah Injil Barnabas. Paus Glasius telah merampungkannya di akhir abad ke 5 Masehi, yaitu sebelum diutusnya Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.
Dengan demikian, menjadi jelaslah kebatilan bahwa al Qur’an telah membenarkan Injil yang sekarang berada di tangan orang-orang Nasrani. Disela-sela syubhat ini menjadi jelas, bagaimana sebagian orang muslim yang bodoh sibuk dengan al Qur’an untuk menggiring syubhat-syubhat mereka dan membuat pahit kebatilan-kebatilan mereka.
Perkara yang wajib atas seorang muslim adalah menjaga dengan rinci perkataannya, bertanya kepada ahli ilmu terhadap apa yang dihadapkan kepadanya-terutama dalam bidang aqidah- hingga dia bisa menjaga agama, dan menyelamatkan hatinya dari penyakit syubhat dan dampaknya.
Di kutip dari Majalah Qiblati Edisi 10 tahun II

Sabtu, 09 Juni 2012

100_1971Alhamdulillah berikut kami hadirkan rekaman kajian dauroh 3 hari di Medan bersama Ustadz Abu Qatadah pada tgl 25-27 Mei 2012 yang diselenggarakan dibeberapa masjid di kota Medan.
Silahkan download kajiannya pada link berikut:
Jum’at, 25 Mei 2012
Masjid Al-Amin Jl. H.M. Yamin/ Jl. Serdang
Download: -
Sabtu, 26 Mei 2012 (Pagi)
Masjid Abu Bakar Shiddiq Jl. jati Sei Mencirim Deli Serdang
Download: Menggapai Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah.mp3
Sabtu, 26 Mei 2012 (Maghrib)
Masjid Mukhlisin Johor, Jl. Karya Jaya Gg. Eka Wali Pribadi, Johor.
Download: Urgensi Pendidikan Bermanhaj Salaf.mp3
Ahad, 27 Mei 2012
Masjid Ulul Albab IAIN Jl. Sutomo Ujung
Download: Sunnah Jalan Kebahagian Dunia & Akhirat.mp3

Alhamdulillah,  berikut kami hadirkan rekaman kajian bersama Al Ustadz Abdullah Taslim, M.A. yang diadakan di Lombok 14-16 Mei 2012
Daftar Kajian beliau selama di Lombok:
- Masa Remaja ingin Berpacaran (Masjid Pondok Abu Hurairah)
- Keutamaan Dakwah Sunnah (Masjid Fauzan Al Fauzan)
- Keutamaan Mempelajari Ilmu Sunnah (Masjid Pondok Ibnu Mas’ud)
- Mengagungkan Syiar Islam Tanda Ketakwaan (Masjid Al-Hidayah)
- Keindahan diatas Keindahan (Masjid ‘Aisyah Lawata)
Semoga bermanfaat, silakan download rekaman kajian pada link berikut:

Minggu, 03 Juni 2012

Berikut ini adalah rangkaian rekaman kajian muhadharah bersama Syaikh Muhammad Sa’id Al-Adeni hafidahullah ta’ala, yang diselenggarakan di Yayasan Ihyaussunnah Bontang Kalimantan Timur dari tanggal 3-22 April 2012. Beliau adalah murid Syaikh Muqbil dan Syaikh Abul Hasan As-Sulaimany dan saat ini adalah piimpinan Darul Hadits di propinsi Ib Yaman.
Kegiatan iniatas kerjasama Yayasan Ihyaussunnah Bontang dan Kajian An-Nashihah. Kepada seluruh donatur, panitia, dan semua pihak yang turut membantu terselenggaranya daurah ini, semoga Allah melipatgandakan pahala kepada antum semua. Amin.
Untuk download, silahkan klik link berikut:
  1. Daurah hari 1 Konsep Bermuamalah dengan Pemerintah
  2. Daurah hari 2 Himmah dalam Menuntut Ilmu
  3. Daurah hari 3 Tujuh Golongan Yang Mendapat Naungan Allah
  4. Daurah hari 4 Bahaya Sifat Hasad
  5. Kajian Muslimah / Ummahat Tokoh Wanita Yang Diabadikan Dalam Al-Quran 
  6. Kajian Muslimah / Ummahat Perbandingan Antara Wanita Jaman Jahiliyah dengan Setelah Datangnya Islam
  7. Kajian Muslimah / Ummahat Kesalaha-Kesalahan Yang Dilakukan Oleh Para Wanita
  8. Kajian Muslimah / Ummahat Kemungkaran-kemungkaran Dalam Walimah
  9. Muhadharah tentang Kesalahan-Kesalahan Sholat Bagian Pertama
  10. Muhadharah tentang Kesalahan-Kesalahan Sholat Bagian Kedua
  11. Muhadharah tentang Hikmah dalam Berdakwah
  12. Muhadharah tentang Kesalahan-Kesalahan Dalam Aqidah
  13. Muhadharah tentang Kaidah Antara Maslahat dan Madharat Hari Pertama
  14. Muhadharah tentang Kaidah Antara Maslahat dan Madharat Hari Kedua
  15. Muhadharah tentang Solusi Atau jalan keluar dari Fitnah
  16. Muhadharah tentang Perkara Kebiasaan Jahiliyah Hari Pertama
  17. Muhadharah tentang Perkara Kebiasaan Jahiliyah Hari Kedua
  18. Muhadharah tentang Perkara Kebiasaan Jahiliyah Tanya Jawab
  19. Tanya Jawab dengan Jama’ah Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq
  20. Khutbah Jum’at
Semoga bermanfaat!

Minggu, 27 Mei 2012

Alhamdulillah, kami dapat menghadirkan rekaman Dauroh Islam Ilmiyyah yang diselenggarakan di Batam bersama Ustadz Abu Qotadah hafizhahullah (25-27 Maret 2011). Materi dauroh yang beliau sampaikan adalah Kewajiban Taat Kepada Pemimpin, Sikap Bijak di Zaman Fitnah, Pengaruh Maksiat Terhadap Diri & Masyarakat, serta  Ahmadiyah dalam Pandangan Islam.
Semoga kajian ini bermanfaat serta dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Silakan download rekaman kajiannya pada link berikut:

Kajian 1
Jum’at, 25 Maret 2011 (Ba’da Isya)
Di Masjid Sabiilun Najaati, MKGR Batu Aji
Download: Kewajiban Taat Kepada Pemimpin
Kajian 2
Sabtu, 26 Maret 2011 (Pagi)
Moslem First Channel Radio Hang 106 FM
Download: Sikap Bijak Di Zaman Fitnah 1
Kajian 3
Sabtu, 26 Maret 2011 (Ba’da Isya)
Di Masjid Bukit Indah Sukajadi, Batam Centre
Download: Pengaruh Maksiat Terhadap Diri & Masyarakat
Kajian 4
Ahad, 27 Maret 2011
Moslem First Channel Radio Hang 106 FM
Download: Sikap Bijak Di Zaman Fitnah 2
Kajian 5
Ahad, 27 Maret 2011 (Pagi)
Di Audiotorium 2 Radio Hang 106 FM
Download: Ahmadiyah Dalam Pandangan Islam
Jazahullah khair kepada Moslemsunnah.wordpress.com yang telah berbagi rekamannya.
Link Favorit:

Download Audio: SIKAP BIJAK DI ZAMAN FITNAH! (Safari Dakwah Solo Raya Bersama Ustadz Abu Qotadah) [5-6 Februari 2011]

Rahasia yang Harus Diketahui Kaum Muslimin

Download Audio: Kajian Akbar Medan 2010 Bersama Ustadz Abu Qotadah (4-5 Desember 2010)

Download Audio: Dauroh Semarang Bersama Ustadz Abdullah Taslim, Ustadz Abu Qatadah, dan Ustadz Abu Izzi (27-28 November 2010)

Munculnya Nabi Palsu, Fenomena Akhir Zaman

Mengenal Mirza Ghulam Ahmad (Nabinya Pengikut Agama Ahmadiyah)

AHMADIYAH KELOMPOK PENGEKOR NABI PALSU

Download Audio: Dauroh Islam 2 Hari Radio Rodja (Sesi I: Ustadz Abu Qotadah) [10 Juli 2010]

Download Audio: Pendidikan Anak dan Kaidah Memahami Jihad (Ust. Abu Qotadah) [29-30 Oktober 2010]

Iseng Aja | Foto Jembatan Pabelan Putus Akibat Banjir Lahar Dingin Magelang 30

Maret 2011

April MOP yang Memilukan

 

Sumber: salafiyunpad.wordpress.com